Singkawang, Poros Indonesia – Di penghujung tahun 2019 curah hujan di Kota Singkawang cukup tinggi dan di tambah lagi air pasang yang cukup tinggi. Hal tersebut mengakibatkan beberapa ruas jalan di genangi air, masuk kerumah warga, sekolah dan ruko-ruko tempat orang berjualan.

Hampir di setiap tahun ketika musim hujan tiba, Kota Singkawang selalu di sibukkan dengan banjir yang menghambat aktifitas warga. Terutama bagi ruko-ruko tempat berjualan yang tergenang air mengakibatkan pemiliknya mengalami kerugian karena tidak bisa berjualan.

Rumah salah satu wartawan Poros Indonesia Hafizurrazak di daerah jalan Semai Singkawang Utara ikut tergenang air, sehingga sulit untuk beraktifitas keluar rumah. Air yang masuk sekitar 5 cm kedalam rumah merendam beberapa perabotan rumah seperti, kursi lemari dan tikar.

“Sudah beberapa hari saya selalu sibuk ketika hujan lebat turun dan air mulai merangkak naik kerumah, karena harus beres-beres perabotan agar tidak terendam banjir”. Jelas Hafiz.

Selama pantauan wartawan Poros Indonesia selama tiga hari, Genangan air juga merendam proyek kota pusaka yang sedang dalam pengerjaan. Selokan yang dibuat belum mampu mengatasi air yang masuk ke jalan, sehingga ruko dan jalan di sekitaran terendam air. Hingga proyek kota pusaka yang di gadang-gadang akan memperindah masih dinilai tak mampu memberi dampak keindahan pada saat musim hujan tiba.

Di khawatirkan upaya pemerintah kota Singkawang sia-sia dalam menghiasi kota pusaka, karena di tetap saja ketika musim penghujan tiba, keindahan tersebut di genangi air dan sampah yang ada disungai juga ikut naik kejalan.

Biro Singkawang (Dd)

BACA JUGA :  Polsek Tambora Bagikan Masker Kepada Pedagang Kaki Lima Dan Pemulung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here