Poros Indonesia ,Depok – Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) jenjang SMP Tahun Ajaran 2020 / 2021 telah di buka pendaptaran nya secara Online , kegiatan Belajar Mengajar ( KBM ) untuk Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) .

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2020/2021 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok seharusnya 13 Juli 2020 dikarenakan masih masa Pendemi Covid -19 terpaksa kegiatan dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau virtual hingga 18 Desember 2020 mendatang.

“Sesuai anjuran pemerintah dan Provinsi Jawa Barat terkait masih masa pandemi Covid -19 kegiatan belajar tingkat SMP seharusnya 13 Juli 2020 ditunda hingga 18 Desember 2020 mendatang memang dilakukan secara virtual bukan tatap muka langsung di dalam sekolah melalui PJJ di rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok M. Thamrin didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Kota Depok, Mulyadi, Senin (6/7/2020).

Walaupun kegiatan belajar melalui PJJ atau virtual di rumah dan diharapkan orang tua murid selalu mengawasi kegiatan tersebut karena ada aturan baru bahwa saat kegiatan PJJ tersebut siswa atau pelajar tetap menggunakan seragam sekolah saat kegiatan PJJ berlangsung.

Menurut Thamrin , siswa atau pelajar tetap menggunakan seragam sekolah saat PJJ berlangsung sehingga saat murid atau siswa mengikuti pelajaran tersebut tetap terpantau walaupun kegiatan belajar hanya di rumah saja.

“Pihaknya berharap orang tua siswa tetap mendampingi saat kegiatan PJJ berlangsung,” jelas nya .

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Kota Depok, Mulyadi, menambahkan, belajar dengan sistem PJJ ini merupakan kegiatan yang baru dalam dunia pendidikan. Meski begitu, dirinya tetap berharap, baik satuan pendidikan maupun orang tua, dapat mempersiapkan PJJ dengan baik.

BACA JUGA :  Tingkatkan ekonomi petani, kementan perkuat program padat karya

“Tentuya semua itu harus ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang memadai. Karena itu, masing-masing sekolah perlu melakukan pembahasan dan pelatihan untuk guru, agar semuanya bisa menyiapkan instrumen pembelajaran yang sesuai,” Imbuh nya .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here