Poros Indonesia, Singkawang Kalbar –  Banjir dengan ketinggian air sekitar 50 cm sampai 80 cm merendam sejumlah kawasan Kota Singkawang.

Pantauan Wartawan Poros Indonesia akibat hujan turun terus menerus dan sangat deras yang terjadi pada Rabu sore kemarin, mengakibatkan genangan air mulai naik dari pukul 03.00 subuh hingga pukul 08. 30 Wib.

Ketinggian air semakin bertambah dan sudah masuk ke dalam rumah warga. Banjir terlihat melanda kawasan Jalan Kalimantan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Budi Utomo, Jalan Setiabudi, Jalan Niaga, Jalan Kepol Mahmud, Jalan Merdeka, Jalan Pemuda, Jalan Kurau, Jalan Nusantara, Jalan Uray Bawadi, Jalan Lembah Muray, Jalan Suhada, kawasan Rawasari, Jalan Pramuka, Komplek Pasar Ikan, komplek pasar Turi, komplek pasar Baru, Pasar Beringin, Jalan Sama-Sama, Jalan P. Belitung, Jalan Kridasana, Jalan Baru Kelurahan Sijangkung, Jalan Stasiun, Jalan GM. Situt, Jalan Abadi, Jalan P. Natuna dan Komplek Gunung Sari.

Banjir yang menggenangi ruas Jalan Kalimantan, Kelurahan Condong Singkawang Tengah, tergolong cukup tinggi membuat banyak pengendara roda dua yang memilih putar balik arah karena takut motor mereka mogok.

Meski demikian, masih ada beberapa pengendara yang motornya mogok sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Banjir juga terlihat di daerah Tanjung Batu Harapan Sakkok, Tanjung Batu Dalam Kopisan, Komplek Kaliasin, Gunung Besi, Marhaban Kelurahan Sedau Singkawang Selatan.

Sejumlah pasar tradisional juga tidak luput direndam banjir, diantaranya Pasar Turi, Pasar Beringin, Pasar Alianyang, dan Pasar dadakan di Kawasan Jalan Niaga. sehingga sementara waktu pasar terpaksa dipindakan di jln GM. Situt, sehingga diharapkan jika warga yang ingin ke pasar harus waspada dan berhati-hati.

Ketinggian air yang merendam permukiman warga ini bervariasi mulai dari 30 hingga 70 cm. Banjir ini dipicu hujan deras yang tidak mereda selama beberapa jam, sehingga debit air yang menggenangi permukiman meningkat ditambah drainase tidak berfungsi maksimal atau tersumbat akibatnya terjadi banjir.

BACA JUGA :  Lecehkan Profesi Jurnalis, FPII dan PWRI laporkan Suparno Ke Polres Waykanan

Akibat banjir ini tidak hanya merendam permukiman, tapi beberapa tempat ibadah baik masjid maupun mushola tergenang air.

Mariani, salah seorang warga di komplek Pasar Baru Dalam Singkawang mengatakan bahwa banjir seringkali menggenangi rumahnya setelah hujan deras. Bahkan debit airnya bisa mencapai pinggang orang dewasa.

“Disini sering sekali banjir. Biasanya kalau sudah banjir, surutnya juga lama. Kalau sudah begini kami jadi tidak bisa tidur bahkan sampai pagi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengaku bosan dengan banjir yang selalu menggenangi rumahnya. Sebab barang-barang yang ada di dalam rumah kerap rusak, bahkan hilang karena terbawa arus banjir.

“Saya berharap pemerintah bisa melihat kondisi kami. Setidaknya ada Perhatian untuk kami,” ucapnya.

Biro Singkawang (Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here