Poros Indonesia, Dolok selatan – Seorang tukang ojek dilaporkan ke pihak Polres Solok Selatan (Sumbar) di duga memperkosa siswa sekolah dibawa umur.

Penangkapan pelaku tindak pidana pencabulan anak dibawah umur, yang dilaporkan Kasatreskrim Polres Solok Selatan Iptu M.Arvi melalui pers relisnya yang diterima Porosindonesia.co.id Kamis (30/7/2020).

Laporan polisi nomor : LP/ 131 / VII /2020 – SPKT Polres, tanggal 17 Juli 2020.

Surat Perintah Penangkapan Nomor : SP.Kap/64/VIII/2020/Polres tgl 29 Juli 2020.

Kronologis penangkapan,
Pada hari Kamis 30 Juli 2020 Sekira Pukul 00:30 Wib di Jorong Sungai Kalu 1, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Kabupaten Solok Selatan telah di amankan satu orang diduga pelaku pencabulan anak dibawah umur bernama. Nasrul panggilan Rul 51 pekerjaan tukang ojek, alamat Jorong Sungai kalu 1 Nagari Pakan Rabaa Utara Kecamatan KPGD Kabupaten Solok Selatan.

Dengan korban sebut saja namanya bunga (16) siswi salah satu sekolah SMAN di Solok Selatan.

Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh KBO Reskrim Polres Solok Selatan, Ipda M.Zahardi. Tim Opsnal Satreskrim langsung bergerak cepat menangkap tersangka yang sedang tertidur di rumahnya, tanpa perlawanan.

Setelah Dilakukan Interogasi Oleh Tim Opsnal Satreskrim, Nasrul mengakui perbuatannya.

Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolres Solok Selatan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan sementara kronologi kejadian, “Kejadian berawal ketika korban menumpang ojek dengan tujuan ke rumah guru di Jorong Kampai Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu untuk mengambil rapor sekolah, sesampai di rumah ibu guru tersebut dan setelah selesai mengambil lapor korban hendak pulang kerumahnya dan kembali mencari ojek, kebetulan ojek terlapor masih ada di lokasi

Kemudian korban kembali menumpangi ojek terlapor, namun terlapor tidak mengantar korban ke rumah melainkan di bawa ke kebun teh liki,.Jorong Sungai lambai Kecamatan Sangir.
Sesampai di kebun teh liki, korban diberi minuman oleh terlapor sehingga korban pusing dan lemah, kemudian terlapor membuka baju korban lalu meraba payudara korban lalu, memasukkan alat kelamin kedalam vagina korban.

BACA JUGA :  Kapal pesiar bertarif Rp 105 juta, kandas di terumbu karang Raja ampat, Papua barat

Kemudian terlapor membuang sperma di luar kelamin korban,.setelah selesai terlapor mengantar korban ke muara labuh.

Tersangka dapat dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
(dirman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here