Jakarta, Poros Indonesia –  EKONOM senior yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli, pekan lalu menanggapi kemungkinan anjloknya perekonomian Indonesia pada semester 2 tahun ini yang diprediksi hingga minus 3 persen. Di depan pers, Rizal Ramli tidak menunjukkan kekhawatiran dan tetap optimis dengan menawarkan bantuan solusi agar perekenomian Indonesia bisa membalikkan pertumbuhan minus. “ Beri saya waktu satu tahun untuk memperbaiki,” ujarnya, sebagaimana dikutip pers.

Ditemui terpisah, Ketua ASPRINDO (Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia), Jose Rizal, menyatakan dukungannya sekiranya Rizal Ramli dapat kembali berkiprah di kabinet Presiden Joko Widodo. “ Beliau ekonom senior, dengan kompetensi yang tidak diragukan. Pasti kami dukung,” ujarnya. “ Semua yang punya itikad baik untuk membantu pemerintah mengatasi masalah ekonomi, harus kita dukung. Apalagi tokoh sekaliber Rizal Ramli.”

Saat ini, kata Jose Rizal, bukan waktunya memperdebatkan siapa yang lebih kompeten untuk menangani ekonomi yang anjlok. Negara di ambang resesi akibat pandemi Covid-19. Karena itu kita harus bersatu bahu – membahu menggerakkan usaha agar roda perekonomian tetap berjalan. “Lupakan perbedaan pandangan politik atau perbedaan – perbedaan lainnya. Yang dibutuhkan negara kita saat ini adalah kontribusi nyata,” sambungnya.

Lebih lanjut Jose Rizal menyatakan bahwa saat ini yang paling terdampak akibat anjloknya pertumbuhan ekonomi adalah pengusaha di level UMKM. “ Pengusaha besar punya berbagai cara untuk mengatasi resesi. Tapi tidak demikian dengan UMKM. Mereka membutuhkan keberpihakan pemerintah. Tanpa itu, usaha mereka mati. Karena itu, kami sangat berharap pemerintah memprioritaskan UMKM dalam hal pengucuran stimulus ekonomi. Jangan sampai salah sasaran,” tegasnya.

Saat ini Asprindo tengah menyiapkan program Kampung Industri untuk mengangkat UMKM. Ini adalah program kerjasama Asprindo ke depan dengan Yayasan Desa Emas, yang diharapkan bisa mengintegrasikan potensi lokal setiap wilayah pedesaan, dengan melibatkan pelaku UMKM di wilayah tersebut, dan menghubungkannya dengan pasar. Dengan cara ini, Asprindo berharap setiap desa nantinya memiliki komoditas unggulan yang bisa langsung terhubung dengan pasar. “ Tentu, dengan melalui penciptaan nilai tambah dari setiap produk yang dihasilkan masyarakat pedesaan.”

BACA JUGA :  Masa Pandemi, Presiden Jokowi Tegaskan Produksi Pangan Nasional Surplus

Agar program ini bisa berjalan, tentu butuh dukungan pemerintah. Asprindo siap menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, dan menciptakan serapan yang tepat sasaran atas kebijakan stimulus ekonomi. “ Kami akan memastikan bahwa dana stimulus akan tepat sasaran, dengan program – program yang memang diperuntukkan untuk mengangkat usaha – usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here