Poros Indonesia, Jakarta – 
Mencermati bantuan untuk karyawan swasta ataupun honorer di lingkungan Pemprov DKI ataupun swasta yang menerima gaji 5 juta kebawah,

Ketua umum LSM Indonesia anti korupsi Andy Firmansyah dalam wawancara dengan awak media mengatakan,Jika benar ada bantuan untuk karyawan honorer atau kontrak di wilayah Pemprov DKI kenapa karyawan.kontrak di Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tidak menerimanya,sedangkan jam kerja mereka yang menjaga pompa air adalah 24 jam dan gaji yang mereka terima hanya 4 juta 600 ribu rupiah,

kadang para karyawan kontrak ini harus kerja seperti pekerja RODI,
dulu sebelum pergantian Kadis ada uang piket sebesar 800 ribu rupiah,tapi ketika terjadi pergantian Kadis uang piketpun menghilang,

Beberapa karyawan kontrak / honorer di dinas SDA ketika dimintai keterangan oleh awak media hanya menganggukan kepala,dengan.muka yang sedih,mereka yang mempunyai anak yang masih duduk di bangku sekolah bingung dengan gaji yang sangat kecil itu

Melihat kenyataan tersebut
Andy menambahkan jika seorang pemimpin tidak bisa membela dan membantu bawahannya hanya mementingkan diri sendiri,tidak pantas jadi seorang pemimpin ,sudah seharusnya Anies Baswedan Gubernur DKI mengevaluasi jabatan Kepala Dinas SDA ( Sumber daya air ) DKI, Jakarta
agar bisa memberikan pemimpin yang berpihak dan memperhatikan semua nasib bawahannya.

BACA JUGA :  Kementan Gandeng Pemkab Grobogan Kembangkan Hortikultura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here