Poros Indonesia, Wajo Sulsel — Gabungan masyarakat desa Awota kecamatan Keera bersama warga desa Lompoloang melakukan aksi demo dijalan tras Sulawesi poros Makassar – Palopo, tepatnya di depan kantor kecamatan Keera dan lapangan sepak bola Keera hingga jembatan Keera, melakukan orasi sambil memblokade jalan trans Sulawesi, hingga menyebabkan arus lalu lintas macet total sampai berjam – jam di trans Sulawesi, Sabtu 26/9/2020.

Kapolsek Keera Iptu Nasrul. S.sos mengatakan aksi unjuk rasa oleh masyarakat desa Awo Kecamatan Keera dan masyarakat desa Lompoloang kecamatan Pitumpanua awalnya massa berkumpul di rumah H. Dg. Matteru yang terletak di Desa Lompoloang Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, sekitar pukul 09.00 Wita. Lalu sekitar pukul 10.23 Wita massa bergerak dari rumah H. Dg. Matteru menuju di depan kantor kecamatan Keera dan lapangan sepak bola Keera melakukan orasi sambil memblokade jalan trans Sulawesi. Kemudian sekitar pukul 11.00 Wita, massa bergerak menuju ke Jembatan Keera dan melakukan blokade jalan trans Sulawesi.

“Masyarakat saat menyampaikan aspirasinya melakukan blokade jalan trans Sulawesi dengan menggunakan bambu dan membakar ban bekas dengan memasang spanduk” jelas Kapolsek Keera 26/9/2020.

Lanjut Kapolsek Keera sambil orasi demostran juga memasang spanduk yang bertuliskan “MENUNTUT BUPATI WAJO BEBASKAN LAHAN / KEBUNG MASYARAKAT KARENA BER SPPT DAN BERSERTIFIKAT DARI PROYEK PT.VALE

TANGKAP DAN ADILI OKNUM PENJUAL HUTAN LINDUNG

TOLAK BUPATI DUA PERIODE KARENA TIDAK PRO RAKYAT“.

“Setelah warga melakukan orasinya sampai Pukul 11.30 Wita, KBO Sat Intelkam bersama kami melakukan negosiasi dengan korlap serta dilakukan tindakan preventif dengan menghimbau kepada massa untuk membuka jalan dan membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing,” ucap Kapolsek Keera.

BACA JUGA :  Atasi Kesulitan Beras, Kodam XII/Tpr Gunakan Helly di Bengkayang

Akan tetapi massa tetap bertahan dan tidak menghiraukan himbauan tersebut, tambahnya.

“Sehingga sekitar pukul 11.40 wita dilakukan tindakan Represif dengan pembubaran massa sesuai dengan prosedur oleh pasukan Dalmas dan Tim Raimas Sat Sabhara Polres Wajo, dibantu Personil Polsek Keera, Polsek Urban Pitumpanua, Polsek Sajoaging, Polsek Gilireng dan Koramil 1406-10 Pitumpanua,” terangnya.

Hingga akhirnya legowo, pada pukul 12.30 wita perwakilan massa sebanyak 5 orang (Korlap) melakukan pertemuan dengan Kapolres Wajo di Mapolsek Keera.

Sementara Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam,P .S.IK, M.M, saat ditemui setelah unjuk rasa dibubarkan mengatakan, ini unjuk rasa dari sebagian masyarakat kecamatan Pitumpanua dan keera tentang adanya kesalapahaman memahami berita dan informasi yang ada.

Ini unjuk rasa tentang adanya kesalapahaman untuk memahami berita dan informasi. Yang benar bahwa adanya CSR di wilayah sana (lokasi yang dimaksud desa awo), nanti tanamannya ditambah bukan mengusir mereka, tetapi mereka akan tetap beraktifitas disitu, bukan mengusir,” jelas Kapolres AKBP Muhammad Islam.

Namun ada sebagian yang memberikan pemberitaan yang tidak benar, sehingga masyarakat memahami kalau ini sudah dipatok-patok dan sebagainya berarti kami akan di usir dari sini, tutupnya.(@poroswajo-heril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here