Poros Indonesia, Wajo Sulsel –  Saat Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam melakukan kunjungan di Kabupaten Wajo, untuk menjeguk Hidayah Kartini, bocah 7 tahun yang menderita penyakit kanker darah atau leukimia di jalan Andi Parenrengi Sengkang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan Minggu, 27 September 2020.

Dalam kunjungan tersebut diwarnai insiden pengusiran terhadap wartawan salah satu stasiun televisi nasional dilokasi saat hendak meliput kunjungan kegiatan kapolda Sulsel.

Pengusiran itu diduga dilakukan oknum pengawal pribadi (walpri) Kapolda Sulsel. Pada hal dalam kunjungannya tersebut, Kapolda Sulsel didampingi Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam, Bupati Wajo H. Amran Mahmud dan Wakil Bupati Wajo H. Amran SE serta Forkopimda Kabupaten Wajo.

Insiden pengusiran itu dialami oleh wartawan TvOne, Hendra Sutomo.

Hendra Suromo saat dihubungi melalui selulernya mengatakan, kejadian tersebut berawal saat ia bersama sejumlah teman pers media online, cetak dan televisi, ingin mengambil gambar Kapolda Sulsel saat menjenguk penderita kanker di Kota Sengkang, Wajo.

“Jadi pada saat Bapak Kapolda belum datang, kami berkordinasi dengan humas Polres Wajo, bahwa kita melihat kondisi rumah yang akan didatangi kapolres agak rapuh, jadi tidak mungkin banyak orang naik. Jadi perlu di batasi,” jelas Hendra Sutopo.

Setelah saya di ijinkan naik dan hendak mencari posisi untuk pengambilan gambar,  sejumlah oknum diduga Pengawal Pribadi ( Walpri ) Kapolda Sulsel yang memakai baju berwarna hijau, malah mengusir dan menyuruh turun saya, kata Hendra.

Padahal atribut seperti baju seragam dan id card kami pakai melekat saat menjalankan tugas.

” Malah saya sudah perkenalkan diri kalau saya dari TvOne, namun tetap diusir, biar katanya siapa silakkan turun. Padahal kami hadir atas undang dari Polres Wajo,” jelas Hendra.

BACA JUGA :  Sisir Sungai Towe Hitam, Satgas Yonif 509 Cegah Aktivitas Ilegal di Papua

Ini mungkin tidak ada kordinasi humas Polres Wajo dengan Pengawal Bapak Kapolda, kata Hendra.

Tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas insiden yang dia alami, sehingga hendra a langsung pulang.

“Kalau kami hadir, terus kehadiran kami hanya untuk diusir, kenapa kami diundang datang, saya sangat kecewa dengan adanya insiden ini,” tutur Hendra melalui selulernya saat dihubungi media ini.

Sementara Ketua DPC MOI (Media Online Indonesia) Kabupaten Wajo Marsose, sangat menyanyangkan insiden tersebut dan mengatakan, tidak sepantasnya di lakukan pengawal kapolda terhadap wartawan yang melakukan tugas jurnalis, karena itu dilindungi oleh UUD Pers No 40 tahun 1999, bahwa wartawan tidak boleh di halang halangi dalam melakukan suatu peliputan yang merupakan tugas dan tupoksinya, jelas Marsose.

“Seharusnya pengawal Kapolda tidak perlu melakukan suatu tindakan arogansi terhadap wartawan yg melakukan peliputan, karena ini suatu kunjungan Kapolda Sulsel di kabupaten Wajo, justru seharusnya pengawal Kapolda berterima kasih kepada wartawan yang melakukan peliputan terhadap kegiatan kapold,” jelas Marsose kepada porosindonesia.

Lanjut Marsose menghimbau kepada teman pekerja jurnalis, untuk  memperlihatkan rasa solidaritas terhadap wartawan yang di kriminilisasi atau di usir disuatu kegiatan peliputan, tegasnya. (@poros wajo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here