Poros Indonesia, Wajo Sulsel — Kasus asusilah dengan pelecehan seksual menimpah Kepala Desa Lempong Kecamatan Bola Kabupaten Wajo ,AK terhadap seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di makassar berinisial AP ( 23 ), kini telah di naikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka saat di gelar Press Release di Mako Polres Wajo ,jumat 16/ 10 kemarin.

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam ,kasus pelecehan seksual yang di lakukan Kades Lempong ,AK bergulir sejak 13 juli 2020 lalu atas laporan seorang mahasiswa berinisial AP. Dan hasilnya sampai hari ini jumat 16/10, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi diantaranya saksi ahli hukum dan saksi ahli bahasa.

” Setelah di lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan dinyatakan memenuhi unsur pidana,maka status Kades AK di naikkan dari sebelumnya adalah saksi menjadi tersangka,” pungkas Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam.

Dan selanjutnya dari hasil perkembangan penyidikan tersebut,tersangka AK terancam di jatuhi pasal 289 sub 294 ayat (2) ke 1 KUHP dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Namun kendati demikian Kapolres belum mau membeberkan, apakah penetapan tersangka AK,Kades Lempong ini langsung dilakukan penahanan atau tidak.

“Itu kewenangan penyidik dan sepenuhnya hak progatif penyidik, silahkan tanya penyidiknya,” ujar lulusan Akpol tahun 2011.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi berinisial AP melaporkan AK,selaku Kedes lempong atas dugaan pelecehan seksual terhadap dirinya ke polisi.

Menurut AP, dia dilecehkan oleh AK pada Minggu 12 Juni 2020 pukul 13.00 Wita di kantor Desa Lempong.

AP bercerita, kejadian tersebut bermula saat ia hendak berpamitan kepada AK sebagai kades lempong di hari terakhirnya menjalani kuliah kerja profesi (KKP) di kantor Desa Lempong.

BACA JUGA :  Akibat Dua Hari Hujan Terus Menerus Singkawang Kebanjiran

Saat itu AP mengaku dicium oleh AK oknum kades tersebut di bagian pipinya sebanyak tiga kali.  (@bustporoswajo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here