Poros Indonesia, Jakarta –  Dino Patti Djalal mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia yang juga mantan duta besar RI untuk Turki serta mantan Jubir era Presiden SBY ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Fredy Kusnadi melalui kuasa hukumnya Tonin Tachta Singarimbun yang diwakili Julianta Sembiring dan Hans Suta Widya pada Sabtu (13/2/2021).

Laporan Kepolisian dengan Nomor: LP/860/II/YAN 2.5/SPKT/PMJ yang menjerat Dino Patti Djalal dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Fredy Kusnadi melalui cuitan twiiter akun pribadinya. Dalam cuitannya itu Dino dianggap menyudutkan dan menuding Fredy Kusnadi sebagai dalang mafia tanah soal kasus rumah orangtuanya di Jl. Antasari Jakarta Selatan.

Ditemui di Polda Metro Jaya, dalam kasus ini Fredy akan membuktikan sebagai pihak pembeli rumah milik orang tua Dino secara sah. “Laporannya sudah diterima kok dengan Nomor: LP/860/II/YAN 2.5/SPKT/PMJ. “Ucap Julianta paska diterimanya Laporan Kepolisian (13/2/2021) malam.

Julianta menyebut kliennya merasa dicemarkan nama baiknya di Twiiter @dinopattidjalal pada tahun 2020. “Laporan ini berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan oleh saudara Dino Patti Djalal terhadap klien kami, dan ini bukan laporan urusan sengketa rumah dan tanah yaa. Jadi tolong jangan dicampur adukan meskipun awal benang kusutnya soal rumah dan tanah. “Jelas Sembiring.

Terpisah, saat dihubungi melalui call WhatsApp Tonin Tachta Singarimbun pada Senin (15/2/2021), ia membenarkan adanya pelaporan Kepolisian atas nama Dino Patti Djalal di Polda Metro Jaya.

“Betul, tim kami dari Andita’s Law Firm sudah melaporkan Dino Sabtu kemaren, dan laporan itu bukan soal rumah orangtuanya yang disengketakan, melainkan soal kicauan Dino lewat akun Twitter @dinopattidjalal yang mengganggu kenyamanan klien kami Ferdy Kusnadi karena dituduh sebagai dalang sindikat penipuan jual beli sertifikat rumah milik ibunya. “Papar Tonin.

BACA JUGA :  Juru Parkir Kota Singkawang Bentuk Asosiasi Guna Menyatukan Aspirasi

Kalau mau dijabarkan soal permasalahan rumah itu, kata Tonin bahwa Fredy Kusnadi sebenarnya telah membeli rumah milik orang tua Dino dan membayar uang muka sebesar Rp500 juta dari kesepakatan jual seharga Rp11 miliar dengan metode pembayaran kredit atau mencicil.

“Fredy klien kami kan juga awalnya menebus sertifikat rumah milik orang tua Dino atas nama sepupunya Yurmisnawita di koperasi simpan pinjam. Kemudian, berdasar akta jual beli (AJB) melalui kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Jakarta Selatan, Fredy pun melakukan upaya balik nama yang belakangan dipersoalkan oleh Dino. “Ungkapnya.

Kata Tonin, jadi apa yang salah dan palsu? Apakah ini bisa disebut mafia?

(amtheo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here