Poros Indonesia, Jakarta – Aduan Muhammad Afzaal ke Dewan Pers tertanggal 26 Oktober 2020 lalu terkait pemberitaan konferensi pers yang digelar Forum Wartawan Jakarta soal ‘Pemalsuan Dokumen 2 Negara, FWJ Desak Polisi Tangkap MA & MSH serta beberapa judul serupa lainnya telah menggulirkan sedikitnya 40 media ciber mendapatkan teguran Dewan Pers di bulan Desember 2020 untuk memuat Hak Jawab dari pengadu.

Sebagai penyelenggara konferensi pers, FWJ menilai aduan Afzaal sebagai kritik membangun, meski tak didasari dengan alasan adanya dugaan kesalahan dalam isi pemberitaan. Hal itu dikatakan Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan ini melalui siaran pers nya, Jum’at (19/2/2021) pagi.

“Aduan Sdr. Afzaal kami anggap sebagai kritik membangun, namun dia salah kaprah. Pemberitaan yang telah viral dilebih dari 100 media itu didasari dengan fakta dan bukti-bukti adanya dugaan pemalsuan dokumen yang mendera pada dirinya. “Kata Opan.

Opan juga menyebut forumnya punya cukup bukti kuat atas dugaan pidana yang dilakukan Afzaal bersama satu (1) orang kawannya, sehingga mereka telah dilaporkan kepihak kepolisian oleh korban Muhammad Adnan dan istrinya Andi Mardana.

“Kita bicara fakta, dan mereka sudah dilaporkan ke polisi kok, itu penjabaran yang diutarakan korban saat konferensi pers kami waktu itu, bahkan telah diperlihatkan bukti-buktinya didepan kawan-kawan wartawan oleh korban. “Jelasnya.

Terkait adanya pemberitahuan dan peringatan kepada sejumlah media soal pemberitaan tersebut, Forum Wartawan Jakarta segera melayangkan surat Hak Jawab dan Koreksi ke Dewan pers.

“Diawal Januari 2021 kami sudah layangkan surat hak jawab dan koreksi ke dewan pers, lalu tanggal 13 Januari 2021 dewan pers mengundang kami untuk hadir di Pertemuan melalui apliasi zoom perihal Penyelesaian Pengaduan ditanggal 19 Januari 2021. “Ulasnya.

BACA JUGA :  Bandung Barat, Penyangga Cabai Merah Keriting Jabodetabek

Opan menuding adanya ketidak objectifan atas penilaian dewan pers dengan menyebut puluhan media ciber telah melanggar kode etik jurnalis pasal 1 dan 3 di perkara itu, mengingat hingga turunnya surat dewan pers untuk ke 2 kalinya tertanggal 9 Februari 2021 memaksa untuk menaikan hak jawab, meski hingga berita ini ditayangkan, Muhammad Afzaal tak kunjung memberikan hak jawabnya.

“Jika kami amati, disini ada unsur penekanan yang dilakukan dewan pers terhadap teman-teman media, sedangkan lembaga yang katanya bapak kandung wartawan dan media itu kan tempat berlindungnya jurnalis. Namun dikasus ini terlihat beda. Boleh dong jika kami mengira-ngira kenapa dan ada apa? “Beber Opan.

Ia juga menjelaskan forumnya telah menyuratkan kembali Dewan Pers untuk segera mengeluarkan surat pemberhentian perkara atas kasus tersebut, karena pria berambut gondrong ini melihat tidak adanya tanggungjawab Afzaal mengirimkan Hak Jawabnya atau bahkan menghuhungi para teradu untuk mengklarifikasi isi pemberitaan media-media terhadap penyangkalan atas dirinya.

“Dewan pers sudah kami suratkan lagi kok minggu lalu, isi surat itu agar dewan pers segera mengeluarkan surat pemberhentian terhadap objeck perkara itu, namun sampai sekarang belum adanya tanggapan dari dewan pers. “Ujarnya.

Oleh karenanya, Opan menafsirkan aduan Muhammad Afzaal ke dewan pers hanyalah membuat gaduh dan menyulut provokasi tal sehat yang membenturkan kebebasan pers dalam komposisi pemberitaan yang telah diatur dalam UUD’45 dan UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Atas aduan yang dilakukan Afzaal ke dewan pers tersebut, maka kami menilai dia hanya ingin mencari pembenaran dan menutup kebenaran, artinya kegaduhan telah dirangkainya sehingga para media kawan-kawan merasa dicemarkan, dan jelas kami menudingnya sebagai provokasi. “Paparnya.

BACA JUGA :  Di Sumsel, Mentan Ajak Petani Tingkatkan Produksi Dengan KUR

Dengan lewatnya kebijakan yang diambil dewan pers dalam tujuh (7) hari setelah surat teguran atau penilaian dewan pers terkait hak jawab atas pengadu (Afzaal), maka Forum Wartawan Jakarta menyinggung telah habis waktunya dan Afzaal akan dipolisikan soal provokasi media dan membuat kegaduhan.

“Dalam waktu dekat, kami bersama puluhan media yang disuratkan dewan pers akan buat laporan kepolisian atas ulah aduan Muhammad Afzaal yang telah mencemarkan media media, serta telah membuat kegaduhan akibat dari adanya dugaan provokasi,” pungkasnya.

(amtheo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here