Poros Indonesia, Laiwui Halmahera Selatan (Senin 22/02/2021) – Masyarakat Lingkar Tambang yang ada di pulau berharap agar semua limbah yang masih memiliki nilai jual berupa besi tua yang ada di beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di pulau Obi dikerjasamakan dengan pemerintah desa setempat untuk perbaikan pembangunan desa.

Salah toko masyarakat sebut saja Budiman Syafi kepada media poros Indonesia lewat sambungan watShap menceritakan bahwa Sekitar bulan Oktober sampai Desember 2020 sudah terjadi pengangkutan 4 buah kapal LCT, pihaknya mencoba menkonfirmasi tetapi kepada pihak sahbandar laiwui terkait dengan kegiatan pemuatan besi tua ke kapal berjenis LCT salah perusahaan tambang PT. Wanatiara,. Pihak Syahbandar Laiwui enggan berkomentar alias bungkam dan terkesan tidak memberikan informasi terkait kegiatan tersebut. Kemudian pihak desa lingkar tambang yang terdiri dari enam desa yaitu Desa Kawasi, Desa Baru, Desa Akegula, Desa laiwui, Desa Buton Desa Jikotamo menyurati pihak manajement PT. Wanatiara surat mereka sudah diterima melalui post security yang saat itu bertugas dan menerima surat adalah saudara Aldo, namun surat tersebut hilang entah kemana. Tujuan dari surat bersama dari 6 kepala desa itu agar pihak perusahaan tambang yang mengerok hasil nikel bisa bekerjasama dan memberi dampak positif baik secara sosial maupun ekonomi kepada desa-desa yang berada di lingkar tambang. Masyarakat Lingkar Tambang juga meminta agar pengolahan sampah dan bahan berbahaya tersebut bisa dikerjasamakan dengan desa-desa di lingkar tambang membangun desanya.

Menurut informasi yg didapatkan pihak CSR Wanatiara persada ingin melakukan pemuatan persiapan dua kapal lagi pada bulan Februari ini di tahun 2021. Namun sampai saat ini belum tau perkembangan informasi ucapnya. Kemudian. manajement HRD ditanyakan terkait pemuatan limbah B3 tersebut. Mengatakan mereka tidak tau soal itu, karna ada departemen lain yang membidangi itu.

BACA JUGA :  Bhabinkamtibmas Polsek Jebus Adakan Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Malaria Di Dusun Jebu Laut Desa Kelabat.

Kepala desa Laiwui Abdul Kafi Nusin sebagai ketua lingkar tambang berharap agar perusahaan tambang PT. Wanatiara bisa bersikap adil dan kemanusiaan sehingga ada asas manfaat dan hal ini juga di dukung oleh kades desa baru Hj. Halek, ucapnya.

Tujuan kami mengirim surat kepada perusahaan tambang PT. Wanatiara agar pihak perusahaan yang mengerok hasil nikel bisa memberi dampak positif dan kami berharap agar pihak management perusahaan menampung permohonan kami di 6 desa lingkar tambang, untuk dapat duduk bersama hal-hal apa saja yang bisa dikerjasamakan untuk membantu pembangunan infrastruktur di 6 desa yang ada, tuturnya.

Redaksi media poros Indonesia mencoba menghubungi baik pihak management PT. Wanatiara,. Pihak Syahbandar Laiwui dan Gubernur Maluku Utara masih belum bisa tersambung.

Permasalahan ini akan kami konfirmasikan dengan kementerian SDM terkait informasi limbah B3 ini supaya dapat disikapi dengan baik sehingga tidak ada kesan bahwa pihak perusahaan tambang hanya mengedepankan keuntungan semata tanpa memikirkan keadaan masyarakat setempat.

Biro Halsel (Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here