Poros Indonesia, Singkawang Kalbar (Selasa 23/02/2021) – Acara cap go meh tahun ini tidak dirayakan dengan alasan Covid-19. Hal ini dikuatkan dengan Surat Edaran Gubernur nomor 443.1/0111/tahun 2021.

Kesepakatan bersama Walikota Singkawang dengan Kapolres Singkawang, Dandim 1202, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Dinas Pariwisata, Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh, serta 8 Majelis Keagamaan di Kota Singkawang, berlangsung di ruang Walikota Singkawang.

Menurut Walikota Tjhai Chui Mie bahwa perayaan cap go meh tahun ini memang tidak dirayakan dengan alasan kemanusiaan, saat ini kita masih berada di masa pandemi covid-19. Dan memperhatikan surat edaran dari Gubernur.

Menindaklanjuti surat edaran Gubernur Kalbar, tanggal 8 Januari 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Kegiatan Masyarakat dan Pelarangan Sementara Kegiatan Cap Go Meh yang berpotensi mengundang kerumunan massa orang banyak, sebagai upaya untuk pengendalian penyebaran Covid 19, serta hasil kesepakatan rapat pelaksanaan kegiatan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021, maka dengan ini dibuat kesepakatan bersama, antara lain :

1. Pada tanggal 26 Februari 2021 yang merupakan hari Cap Go Meh di Kota Singkawang, tidak dilaksanakan Festival apapun, sebagaimana tahun-tahun normal sebelumnya.

2. Tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan massa orang banyak seperti Pawai Atraksi Tatung, atraksi Naga maupun Barongsai dan sejenisnya yang membawa tandu, bunyi-bunyian yang mengundang kehadiran orang banyak.

3. Ritual keagamaan bersembahyang tetap diijinkan dan diperbolehkan untuk dilaksanakan oleh para Rohaniawan dan Tatung, khususnya mulai tanggal 25 Februari atau hari ke 14 perayaan Imlek, dengan catatan dilaksanakan di lingkungan Kelenteng, Vihara, Kuil, Cetya, Altar masing-masing dengan menjalankan protokol kesehatan.

4. Pelaksanaan Ritual Keagamaan pada hari ke 15 Cap Go Meh 2021 dilaksanakan di dalam tempat ibadah masing-masing dan tidak keluar melakukan atraksi diluar. Kegiatan keagamaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan waktu dibatasi hingga pukul 11.30 Wib.

BACA JUGA :  Gubernur Erzaldi Sapa Anak-anak di Masjid Jami’ Muntok

5. Mengimbau Umat dan warga untuk berdoa di rumah masing-masing.

Kesepakatan bersama ini berlaku mulai tanggal 22 Februari sampai 26 Februari 2021. Walikota menghimbau agar masyarakat kota Singkawang harus menerima keputusan pemerintah ini. Mengingat masih terjadi peningkatan penyebaran virus covid-19. Kita tidak bisa memaksakan keadaan ini pemerintah lebih memilih nilai kemanusiaan ketimbang festival acara cap go meh tutupnya.

Biro Singkawang (Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here