Poros Indonesia, Sekadau Kalbar (Selasa 23/02/2021) – Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla) menjadi atensi Presiden sehingga daerah mampu mengatasinya dan Pertambangan Emas Tanpa Ijin(Peti)marak di Sekadau.

Acara rapat koordinasi forkopimda dipimpin langsung oleh Plh Bupati Sekadau Frans Zeno, turut hadir juga Kapolres AKBP Kayuswan Tri Panungko,
Danramil 15/1204 Kapten Arh Lasdon Simare mare, dan seluruh jajaran Pejabat Forkopimda Kabupaten Sekadau di ruang rapat kantor Bupati.

Plh Bupati Sekadau, Frans Zeno, dalam sambutanya mengatakan, Pemerintah Daerah mengajak semua untuk merespon pengaduan masyarakat terkait pencemaran sungai, dirinya juga menambahkan aliran Sungai dan sumber mata air merupakan Nadi kehidupan masyarakat, merupakan suatu kewajiban untuk melindunginya,

“Hal ini menyangkut semua aktivitas baik Peti maupun pembuangan Limbah Masyarakat atau membuang Sampah ke Sungai,” pungkasnya

Selain itu Frans Zeno, juga menghimbau terkait kondisi cuaca yang memasuki musim Kemarau, guna mengantisipasi Karhutla, Ia mengajak semua khalangan untuk selalu menjaga lingkungan dengan tidak membakar hutan. tutupnya

Kapolres Sekadau, AKBP Kayuswan Tri Panungko dalam sambutanya juga berpesan, terkait penanggulangan Covid-19, yang baru saja mendapatkan kabar baik karna Sekadau kembali ke Zona kuning,

“Namun kita tetap harus waspada, karna bukan tidak mungkin akan berubah naik lagi ke Zona Orange, itu artinya ada kekendoran dalam menerapkan Protokol Kesehatan(Prokes),” ungkapnya

“Kemudian memasuki musim Kemarau ini, saya mengajak semua Forkopimda baik Camat, Kapolsek, Danramil, untuk selalu mengingatkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” Pesan Panungko

Masih, Kapolres Juga mengatakan terkait, Peti Atau Pertambangan Emas Tanpa Ijin.
di Sekadau merupakan hal yang sangat Dilematis,

“Di sisi lain, Peti ini bisa mengatasi perekonomian masyarakat, yang saat ini masih dalam kondisi Covid-19, di sisi lain kegiatan Peti ini berdampak dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai, dan itu bukan tidak mungkin akan menimbulkan penyakit – penyakit yang membahayakan,” Jelas Kapolres

BACA JUGA :  Anggota DPRD Wajo Komisi IV dari Fraksi PKB Bersama Sahabat MUS dan AMURE Kunjungi Posko Penaganan Covid-19 di Perbatasan Wajo-Luwu

“Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini perlu pembahasan yang matang, kita tidak bisa melarang, tanpa memberi solusi, ini merupakan tugas kita bersama untuj mencari solusi ini,” tutupnya

Terkait dengan dua pembahasan, dalam
Rakor Forkopim ini, ada beberapa poin penting yang perlu di ketahui oleh masyarakat, yaitu Karhutla, atau Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kebakaran Hutan dan Lahan dapat menimbulkan polusi udara menjadi buruk, kabut Asap, yang bisa menimbulkan penyakit Ispa atau gangguan pernapasan, Sudahlah di masa pandemi Covid-19 di tambah lagi kabut Asap? Kan tidak elok.

Oleh karnanya mari!! Kita jaga lingkungan kita agar tetap sehat dan bersih. Agar terjauh dari penyakit – penyakit yang dapat membahayakan keselamatan keluarga kita, tutupnya.

Biro Kalbar ( Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here