Poros Indonesia, Singkawang Kalbar – Pengadilan Negeri Singkawang tidak dapat menerima Pokok perkara dari gugatan hj. Abdullah Manaf karena dianggap kasus ini sudah pernah ditangani. Atau disebut No (Niet Ontvankelijke Verklaard), dengan nomor perkara #57/Pdt.G/2020/PN Skw. Kasus ini disidangkan dengan sistem e-court atau online

Menurut kuasa hukum Nurhidayati Mulyadi Umar SH.MH menjelaskan kepada wartawan media Poros Indonesia bahwa yang pertama saya bersama rekan saya Augustinus Leonard Papilaya SH selalu bersyukur kepada Tuhan dan untuk putusan pengadilan hari ini kamis tanggal 25 februari sudah kita terima sekalipun salinan putusan belum kami terima tapi dalam amar putusan dijelaskan bahwa gugatan dalam pokok perkaranya tidak dapat diterima oleh Pengadilan Negeri Singkawang. Atau No (Niet Ontvankelijke Verklaard).

Lanjut Mulyadi mengatakan bahwa obyek gugutan masih menjadi hak klien mereka dalam hal ini ibu Nurhidayati dalam pengertian dalam proses perolehan hak itu sudah melalui prosedur yang benar, melalui mekanisme yang benar dan klien kami meyakini pasti menenangkan perkara tersebut.

Kalaupun nantinya pihak penggugat melakukan langkah untuk menanggapi putusan pengadilan negeri singkawang ini itu hak hukum mereka dan kami siap melawan mereka secara hukum ditingkat banding nantinya, ya saya berharap dalam perkara ini semua pihak baik penggugat maupun tergugat tetap mengedepankan asas kekeluargaan dan menghindari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan melawan hukum, jika keberatan dengan hasil keputusan pengadilan ini silakan ajukan banding di pengadilan tinggi.

Kuasa hukum Hj. Abdullah Manaf Masum SH kepada media ini membenarkan bahwa benar hari ini kamis tanggal 25 februari saya sudah menerima putusan pengadilan, jadi perlu saya jelaskan bahwa Pengadilan Negeri Singkawang menetapkan dirinya berwewenang mengadili dalam gugatan kami yang sekarang. kemudian masuk dalam pokok perkara hasil pemeriksaan dari pemeriksaan saksi, pemeriksaan bukti di Pengadilan itu pengadilan berpendapat menyimpulkan bahwa gugatan kami dianggap sudah pernah diajukan terdahulu atau disebut No (Niet Ontvankelijke Verklaard) ini artinya pengadilan masih memberikan peluang bagi kami untuk bisa mengajukan banding atau kasasi.

BACA JUGA :  Amran Mahmud dikukuhkan sebagai Ketua TP2DD jabupaten Wajo bersama bupati/walikota se-Sulawesi Selatan

Masih Masum, untuk itu selaku kuasa hukum saya segera mempersiapkan bahan-bahan atau materi banding di Pengadilan Tinggi karena kami masih diberi kesempatan sampai dengan tanggal 17 Maret 2021 untuk daftarkan ke Pengadilan Tinggi Pontianak, tutupnya.

Biro Singkawang (Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here