Bangka Poros Indonesia – Bupati Bangka Mulkan SH.MH, melakukan tanam perdana kelapa sawit kegiatan peremajaan sawit rakyat PSR di desa Air buluh kecamatan Mendo barat.
Kebun kelapa sawit rakyat penanaman yang tahap kelima, kalau program yang tahap 5 ada di 3 desa Kemuja, Cengkong Abang dan Air Buluh. Khusus Air Buluh ini luas yang kita panen pada hari ini 38 hektar. Yang kita saksikan tadi yang sudah dipanen oleh bapak bupati, tahun tanam 2016, Hasilnya cukup lumayan bagus walaupun umurnya 4 tahun sedikit, kata Elius vv gani .

Yang ini penanaman peremajaan kelapa sawit rakyat, tujuannya pertama agar produktivitas kelapa sawit rakyat kita meningkat, karena selama ini banyak petani kita menanam dari bibit asal asalan, sehingga sewaktu berbuah hasilnya tidak sesuai harapan atau kualitasnya rendah sekali, kemudian untuk mengganti tanaman sawit rakyat yang sudah harus diremajakan atau sudah tua, sudah berumur 20 tahun ke atas. Inilah program dari pemerintah namanya program peremajaan sawit rakyat, ujarnya

Bibitnya satu tahun sudah bisa tanam, kalau peremajaan kelapa sawit yang sudah berumur 20 tahun ke atas, tapi kalau kelapa sawit yang hasilnya tidak bagus atau buahnya kurang bisa mengikuti program seperti ini, ungkapnya.

Untuk bibit pertama ini, kalau masyarakat mau membeli ataupun mau menyemai sendiri itu, harus bibit yang asal usulnya jelas, karena mungkin saja di lapangan banyak dijual bibit, tapi lihat dulu asal usulnya. Jadi yang jelas kalau beli bibit harus jelas asal usulnya. Asal usul itu ada di dokumen penangkar, kalau dia resmi ada dokumen asal usul bibit. Anggaplah bibit yang ditanam ini bibit PPKS dari Medan dari pihak PPKS nya memberikan dokumen kepada pihak penangkar, jadi keaslian bibit itu sah ujarnya.

BACA JUGA :  Lauching Buku Masjid Agung Dalam Lintasan Sejarah Dan Profil Selayang Pandang Masjid Agung Sungailiat

Luas lahan yang diremajakan 63,8 hektar,  yang untuk program tahun 2020, tapi pemerintah kabupaten Bangka sudah mengusulkan kembali 243 hektar. Mudah-mudahan tahun 2021 bisa diakomodir dari pemerintah pusat, ini bisa masuk ke kabupaten Bangka, untuk program peremajaan sawit rakyat. Bibit sawit ini dananya dari pemerintah pusat masuk ke kelompok tani masing masing. Kelompok tani inilah yang membeli bibit nya ke penangkar yang jelas asal-usulnya, jelas Elius Gani selaku kepala dinas pertanian.  (Imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here