Poros Indonesia, Bali — Publik Bali dihebohkan dengan adanya temuan dana kampanye O Rupiah pada medio 2019 di Pemilihan legislatif DPRD propinsi Bali, Dr Somvir dari partai Nasdem, kasus ini pernah senyap, kemudian dilaporkan kembali oleh salah satu warga masyarakat yang perduli, menjadikan kasus ini menjadi lebih menarik, karena diduga di lakukan berjamaah oleh peserta Pemilu, penyelenggara dan pengawas Pemilu di propinsi Bali dan bisa menjadi preseden buruk bagi proses demokrasi di negeri ini

Dalam tuntutan yang berdasarkan fakta yang dikirim ke DKPP ( Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ) peserta, penyelenggara dan pengawas Pemilu Bali secara berjamaah melawan Undang -undang  Pemilu no 7 tahun 2017.

Disebutkan juga dalam pengaduan tersebut, diduga KPU & BAWASLU Bali sangat jelas turut serta meloloskan peserta Pemilu yang melanggar undang – undang Pidana Pemilu, yakni UU no 7 thn 2017 pasal 334, 335, mewajibkan melaporkan dana kampanye bagi semua peserta pemilu. Pasal 497 “setiap orang yg melaporkan dana kampanye secara tidak benar diancam pidana 2 tahun penjara. Ini sangat jelas kenapa nekat KPU & Bawaslu Bali melawan Undang – Undang, jelas nya.

Kepemimpinan ketua DKPP Prof. Muhammad juga dipertanyakan, karena ketegasan dan gerak cepat lembaga ini dalam.menyikapi laporan warga, prihal pelanggaran kode etik terlapor KPU & Bawaslu propinsi Bali sejak tgl 12 Februari 2021 sampai sekarang, belum kunjung disidangkan, meski laporannya sudah sangat lengkap, terkesan diduga pengaduan sengaja di keep, dan tidak ditindak lanjuti. Jangan – jangan DKPP sudah jadi macan ompong menghadapi mereka, tanya nya.

Ketut adi gunawan sebagai pelapor mengaku sudah lebih dari 7 kali memperbaiki laporan dan melengkapi barang bukti atas petunjuk dari divisi pengaduan DKPP. Setelah semua petunjuk DKPP terpenuhi, tentunya berharap kepastian sidang yang ditunggu – tunggu diharap segera terlaksana.

BACA JUGA :  Walikota Pangkalpinang Hadiri Penghijauan Lingkungan dan Peletakan Batu Pertama Perumahan Guru di Pondok Pesantren Putri Hidayatussalikin Pangkalpinang

Gede suardana penasehat LSM FPMK forum peduli masyarakat kecil dan aktivis anti korupsi, yang bolak balik KPK sebagai pelapor ke Bawaslu propinsi Bali perihal LPPDK palsu Dr. Somvir merasa sangat berang, dan kecewa akan lambannya penanganan kasus ini, ucap nya kepada wartawan media ini,  Rabu 14/3.

Dimana saat ini Gede Suardhana mempertanyakan apalagi yang menjadi hambatannya, sebab ” bukti sudah jelas, hukum di langgar juga sudah jelas “, ucap nya seraya bertanya.

Bagaimana mewujudkan pemilihan yang kredibel dan mendapat kepercayaan publik jika proses awal sudah diduga ngak benar, jelasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya Ololeh salah satu media di Bali, team sudah meminta klarifikasi kepada ketua KPUD Bali dan ketua DPW NASDEM provinsi BaIi,  tapi terkesan tidak memberikan statemen yang jelas perihal ini .

Dari informasi terkini yang berhasil di himpun team media, jawaban dari DKPP sudah masuk laporan dan tinggal di uji material oleh team, setelah itu sesuai mekanisme diadakan sidang, DKPP sendiri memiliki kewenangan khusus dalam perkara pemilihan baik legislatif ataupun Pilkada.

Imam heru darmawan, pemegang mandat Forum Pers Independent Indonesia (FPII) provinsi Bali yang dimintai statementnya oleh awak media, menyanyangkan lambannya penanganan kasus ” jangan sampai ada sesuatu alias ‘masuk angin ‘, ini adalah harkat dan martabat serta legimasi lembaga megara, baik penyelenggera, pengawas dan dewan kehormatan, saya akan terus mengawal kasus ini sampai DKPP pusat dapat menyelesaikan masalah ini dengan benar dan jurdil ” ujarnya.

“Ini berbahaya jika tidak diselesaikan dan ada putusan Inkrah dari pengadilan, di khawatirkan di Pilkada serentak tahun 2024 kasus seperti Ini akan ada lagi.
Publik tidak mau ada kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu yang sakral dalam memilih wakil rakyat dan para pemimpin bangsa Ini, jika ini nanti benar pendapat saya ini merupakan salah satu model baru kejahatan luar biasa ( Extra Ordinary Crime* ) ” pungkas nya. ( RED)

BACA JUGA :  Lauching Buku Masjid Agung Dalam Lintasan Sejarah Dan Profil Selayang Pandang Masjid Agung Sungailiat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here