Poros Indonesia, Goaboma Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayan — Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Menuju Desa Goaboma-Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang rusak parah.

Penelusuran wartawan media Poros Indonesia jumat 16 april 2021 ke daerah desa goaboma, ruas jalan mulai dari perbatasan jalan antara desa Rantau dan Desa Goaboma Rusak Parah, jembatan penghubung dua desa yang disebut jembatan dua lima juga rusak parah.

Kepala Desa Goaboma Amdan S.Pd menuturkan kepada wartawan media Poros Indonesia bahwa jembatan penghubung antara desa Goaboma dan desa Rantau yang disebut jembatan dua lima memang sudah lama belum mendapat perhatian pemerintah daerah dan wakil rakyat dari dapil ini. Amdan mengakui bahwa jembatan ini berada di wilayah desa Rantau namun jembatan ini sangat penting bagi aktivitas warganya. Semua akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan melewati jembatan ini. Menurutnya jembatan ini sudah rusak sejak tahun 2010, puncaknya kerusakan jembatan ini mulai tahun 2019 hingga 2020 dimana jembatan tersebut ambruk dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, roda empat dan pejalan kaki, bahkan menurut kades beberapa kejadian terjadi disaat kendaraan roda dua dan roda empat melewati jembatan ini.

Masih Amdan khawatir jika jembatan ini tidak segera diperbaiki maka bisa terjadi hal-hal yang tidak kita ingini. Apalagi saat penghujan tiba biasanya jembatan terendam dan tidak bisa dilewati sama sekali. Hal ini sangat mempengaruhi distribusi bahan ekonomi dari kecamatan atau dari pasar untuk masuk ke desa Goaboma, dan juga berdampak pada anak-anak sekolah terpaksa tidak bisa sekolah.

Harapan Kades Goaboma agar pemerintah daerah tanggap untuk memperbaiki jembatan ini lewat anggaran aspirasi anggota dewan yang berasal dari dapil ini. Dan untuk sementara ini kami dalam hal ini pemerintah desa bersama warga secara bersama-sama memperbaiki jembatan dari batang kelapa agar bisa dilewati warga yang beraktivitas dan anak-anak pergi ke sekolah, namun ini sifatnya hanya sementara, katanya.

BACA JUGA :  Radmida Dawam Pimpin langsung Giat Sidak Covid-19

Sementara hal senada yang disampaikan oleh ketua BPD Goaboma Yosef Bali Ngara berharap agar pemerintah dan wakil rakyat yang berasal dari dapil ini kiranya bisa bersama-sama peduli untuk segera mengalokasikan anggaran aspirasi untuk memperbaiki jembatan tersebut, ucapnya.

Kades Amdan juga berharap agar pemerintah daerah segera menuntaskan sengketa tapal batas desa antara desa Goaboma dengan desa Rantau dan desa Goaboma dengan Kelurahan Sagatani Kecamatan Singkawang Selatan serta desa Goaboma dengan desa Rukmajaya Kecamatan Sui Raya supaya kami pemerintah desa bisa bekerja mengoptimalkan potensi-pontensi yang ada di wilayah desa Goaboma untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warganya. Selama ini kami kesulitan untuk menata desa karena tapal batas desa belum selesai.

Kades juga menyinggung soal kehadiran PTP didesanya karena masih banyak warganya belum memperoleh sertifikat tanah yang dijanjikan oleh PTP, menurutnya ijin HGU PTP sudah berakhir tapi pihak PTP belum mengembalikan sertifikat tanah kepada warganya. Menurut sumber bahwa warga desa Goaboma jika ingin mendapatkan sertifikat harus berurusan dengan pihak salah satu bank yang ada di Bengkayang. Khawatir kepala desa ini akal-akalan pihak perusahaan PTP, tuturnya.

Biro Kalbar (Jf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here