Sungailiat, Poros Indonesia — Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan S.Ik didampingi oleh Kasatreskrim, Kabag Ops Polres Bangka, adakan jumpa pers terkait kasus narkoba di wilayah Bangka. ungkap kasus narkoba diawali pada 17 April 2021 dengan tersangka Salim. Dari yang bersangkutan diamankan barang bukti berupa sabu seberat 2,48 Gram.

Ketika Salim akan dilakukan penangkapan, yang bersangkutan melarikan diri, sehingga dilakukan pengejaran dan penembakan peringatan, tapi tersangka tetap melarikan diri, tembakan kedua terkena bagian sepeda motornya setelah itu baru kena kakinya, jelas Kapolres.

Dari kelakuan tersangka yang tidak kooperatif dan tidak menyampaikan tempat tinggalnya, membuat kita susah mencari asal barangnya. Setelah kita dalami dari tersangka ini, kita dapatkan tempat yang bersangkutan tinggal, namun saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti lebih lanjut. Dari tersangka ini kita lakukan pengembangan-pengembangan dan ditemukan beberapa transaksi terkait narkoba yang ada. Sehingga melalui pengintaian cukup lama akhirnya tadi malam dari Satnarkoba Polres Bangka, berhasil mengungkap kasus dengan tersangka atas nama Arif Riyanto. Modus yang digunakan tersangka ini, mengedarkan narkoba dengan paket hemat seperti yang kita ungkap sebelumnya. Paket hemat ini sekitar 0,2 gr dikemas di dalam wadah berbentuk permen. Dan cara kerja yang bersangkutan permen itu dilemparkan kepada pemesannya di lokasi yang ditentukan.

Kemudian anggota mengidentifikasi tersangka, tadi malam saat tersangka sedang melempar barang bukti narkoba itu, Satnarkoba menangkap tersangka tersebut. Pada saat awal dari tersangka diamankan bungkus permen sebanyak 3 bungkus, kemudian di dalam tasnya ada 21 bungkus permen dengan berat brutonya 6,5 gr. Kemudian ada yang lain berat 6,7, ujarnya.

Kemudian dari perkembangan ini kita tanyakan kepada tersangka, sehingga kita langsung melakukan penggeledahan ke rumah tersangka. Dari rumah tersangka kita dapatkan barang bukti yang cukup banyak, pertama kali yang diamankan ada 3 kantong plastik dengan berat 152,4 gram, kemudian ada 6 kantong plastik dengan berat 216,41 gram, 2 kantong paket dengan berat 3,53 gram, 7 kantong kecil dengan berat 29,75, 2 gram,  kantong plastik 73,9 gram, satu kantong dengan berat 134,4 gram, dan 1 kantong plastik besar diduga narkoba dengan berat 525,40 gram. Jadi total barang yang didapat 1.112,6 gram atau 1 kg 112, 6 gram.

BACA JUGA :  Ikatan Istri Partai Golkar Kalbar Memberikan Bantuan Sembako Di Tiga Kabupaten Yang Terkena Musibah Banjir

Ini merupakan tangkapan terbesar di Polres Bangka dari tahun-tahun sebelumnya. Dan selain itu di hasil penggeleadahan kita temukan juga barang bukti berupa1ekstasi dan ganja. Kita amankan juga barang bukti timbangan dan alat press, jelasnya

Paket hemat ini banyak yang membeli dari buruh-buruh dari pekerja tambang dan kelapa sawit. Untuk kedua tersangka ini kita menerapkan Pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, dengan ancaman terberatnya hukuman mati. Dan dari pengakuan tersangka sendiri, untuk kita ketahui bersama bahwa dia bekerja sebagai wartawan. Kita dapatkan kartu press dari tersangka. Selain itu HP kita amankan dan juga uang, beserta permen-permen yang digunakan oleh tersangka.

Barang-barang bukti yang ada ini dikemas di dalam permen-permen yang ada. Kemudian permen dibuka disisipkan sabu, kemudian di press lagi. Dan dari pengakuan tersangka, mereka sempat mengedarkan ekstasi 200 butir sisa 1. Kalau posisi barang sekarang sekitar 1 Milyar, dengan harga jual sekitar 2 – 2,5 milyar, tuturnya. (Imron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here