Poros Indonesia, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Rakyat Tolak Aktor Koruptor (Gertak), Tohenda Mengapresiasi KPK yang telah berhasil OTT Bupati Nganjuk beserta barang bukti Uang ratusan juta rupiah yang disita tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat. OTT ini digelar bekerja sama dengan Bareskrim Polri.

Novi Rahman diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan di wilayahnya. Novi disebut menetapkan tarif bagi jajarannya untuk mendapatkan jabatan.
Untuk camat Rp 100 juta, untuk staf hingga Rp 50 juta.

Di sisi lain ada informasi menyebutkan bila Kasatgas Penyelidik KPK yang memimpin OTT itu adalah Harun Al Rasyid. Dia merupakan salah satu dari 75 pegawai KPK yang dikabarkan tidak lulus tes wawasan kebangsaan yang menuai kontroversi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri belum merespons saat dimintai konfirmasi. Pun para Pimpinan KPK belum membalas pesan singkat perihal detail kasus ini.

Bupati Novi dan para pihak yang terjaring OTT masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT.

Tohenda mendesak KPK agar mengusut tuntas kasus ini hingga terungkap siapa aktor korupsi yang melibatkan Bupati Nganjuk,” pungkasnya.

[Red PI-Babel]

BACA JUGA :  Bangun opini sesat, dua saudara kandung Kades Tornagodang terseret arus hingga dipolisikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here