Poros Indonesia, Jakarta – Presiden Jokowi melakukan pengumuman secara streaming dari akun Sekretaris Presiden memberikan pernyataan berkenaan PPKM Darurat yang telah berakhir tengah malam nanti di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (25/07/21) malam.

“Bismillahirrahmnirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semuanya, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan selama 23 hari terakhir.” ucap Jokowi dalam pengantarnya.

Presiden pun menyampaikan kabar baik mengenai tren penurunan di sejumlah provinsi di pulau Jawa ditambah kekuatirannya dalam menghadapi virus varian Delta yang mudah menular menjadi pertimbangan dalam setiap langkah kebijakannya.

Namun ia juga menyampaikan perhitungan dalam aspek kesehatan bersamaan dengan sosial ekonomi masyarakat dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari tetap menjadi terutama.

“Kita tahu saat ini sudah terjadi tren perbaikan dalam pengendalian pandemi COVID-19. Laju penambahan kasus, BOR [Bed Occupancy Rate], dan positivity rate mulai menunjukkan tren penurunan seperti yang terjadi di beberapa provinsi di Jawa. Namun demikian, kita harus tetap berhati-hati dalam menyikapi tren perbaikan ini, tetap harus selalu waspada menghadapi varian Delta yang sangat menular. Pertimbangan aspek kesehatan harus dihitung secara cermat dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari juga harus diprioritaskan.”ungkapnya.

Presiden akhirnya menetapkan penerapan PPKM Level 4 dimulai tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 tetap dilanjutkan dengan pertimbangan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial.

Namun Jokowi tetap melakukan penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati sebagai berikut:

BACA JUGA :  Perluas Akses, Kementan Integrasikan Aplikasi Peta Ekspor ke Pasar Digital Global

“Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian pasar rakyat yang menjual diluar kebutuhan pokok sehari-hari dapat buka dengan kapasitas maksimum 50 persen sampai dengan pukul 15.00, dengan pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemda setempat.” Paparnya.

“Bagi Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan prokes yang ketat sampai dengan pukul 21.00, dimana pengaturan teknisnya diatur oleh pemda.”jelasnya.

Ditambah pengaturan warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan prokes yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

Hal-hal teknis detail lainnya akan dijelaskan oleh Menko [menteri koordinator] dan menteri terkait.

Pemerintah pusat juga memperhatikan aspek ekonomi sosial di masyarakat yaitu dengan menyalurkan bantuan sosial dan perhatian bagi usaha mikro kecil dengan rincian penjelasan dari menko atau menteri terkait.

Disamping itu, Pemerintah Pusat melalui Menterinya terkait Pandemi Covid-19 mendistribusikan suplemen, vitamin kepada isoman ( Isolasi Mandiri) ditambah konsultasi serta pengobatan di Rumah Sakit.

Perhatian terhadap angka kematian menjadi hal sangat serius baik di daerah- daerah yang memiliki kasus kematian tertinggi dengan peningkatan kapasitas rumah sakit, isolasi terpusat serta ketersedian oksigen sangat perlu diperhatikan segera.

Presiden pun menghimbau, masyarakat tak boleh lengah karena kemungkinan dunia saat ini akan menghadapi varian lain yang lebih menular sehingga testing dan tracing ditingkatkan lebih tinggi menjadi perintah utama dalam menekan laju penyebaran dan peningkatan angka kesembuhan.

BACA JUGA :  KPK Menetapkan Gubernur Sulsel Sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi Sejumlah Proyek

“Penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta peningkatan testing, tracing, dan treatment akan menjadi pilar utama penanganan COVID-19 ke depannya. Memakai masker dan menjaga jarak harus terus dilakukan.”pintanya.

“Terakhir, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu dan bahu membahu melawan COVID-19 ini. Dengan usaha keras kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari COVID-19 dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat bisa kembali normal.” harapnya dalam akhir pidatonya. (Akun Sekretaris Presiden https://youtu.be/MBWXaMzNRq8 /ard)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here