NASIONAL PERTANIAN

Kementan Gelar Social Creative Coffee Expo

Poros Indonesia, Makassar – Terbukti pangsa pasar kopi semakin diminati dan tingginya konsumsi kopi kian meningkat, ditambah dengan menjamurnya UMKM kopi di dalam negeri, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) gelar Kegiatan Social Creative Coffee Expo. Hal ini juga dilakukan demi mendukung pencapaian peningkatan ekspor 3 (tiga) kali lipat atau Gratieks hingga tahun 2024

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan Social Creative Coffee Expo merupakan salah satu upaya Kementan untuk mendorong penyerapan produk kopi di dalam negeri dan luar negeri. Bahkan guna menjalin kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan pelaku usaha perkebunan.

“Kedepannya, diharapkan kopi-kopi asal Indonesia dapat mengambil bagian di pasar domestik maupun semakin menggeliat tembus kancah internasional,” ujar Mentan SYL pada acara Social Creative Coffee Expo di Makassar, Minggu (12/3/2023).

Diketahui pada tahun 2022 ini, nilai ekspor komoditas kopi mencapai Rp. 17,14 triliun atau meningkat 39,61% dibandingkan nilai ekspor tahun 2021 yang sebesar Rp. 12,28 triliun.

“Tentunya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendorong dan mempromosikan kopi dari petani agar melejit ke akses pasar yang semakin luas,” ucap Mentan SYL.

BACA JUGA :   Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Kalpolri dan seluruh kabinet kerja jilid II, apresiasi tokoh dunia Muhammad Ja'far Hasibuan dengan segudang prestasi dunia

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah menyebutkan dari 41 produk kopi Indonesia yang sudah memiliki IG dimana Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 3 kopi yang telah memiliki Indikasi Geografis (IG). Seperti Kopi Arabika Toraja, Kopi Arabika Kalosi Enrekang dan Kopi Arabika Bantaeng.

“Kegiatan Social Creative Coffee Expo ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Kopi Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Maret. Kegiatan ini hadirkan para petani dan pelaku usaha perkebunan yang berasal dari kabupaten-kabupaten sentra kopi di Sulawesi Selatan dan 1 pelaku usaha dari Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Lebih Andi Nur Alam menuturkan selain kegiatan pameran yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini, rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan kegiatan Barista Teams Challenges yang babak penyisihannya telah dilaksanakan sejak tanggal 10 Maret 2023, Ngopi dan Ngobrol Bareng dengan Bapak Menteri Pertanian. Tak hanya itu, pada moment ini juga dilakukan Launching Brand Kopi Komandan , Penyerahan secara simbolis bantuan Benih Kopi kepada para petani, Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama antara Ditjen Perkebunan dengan Accor Group dan Kalla Group dalam pemasaran dan promosi produk perkebunan, Deklarasi Asosiasi Kopi serta berbagai kegiatan menarik lainnya.

BACA JUGA :   Rakor Sawit Nasional, Mentan SYL targetkan program PSR capai 180.000 hektare Per tahun

“Launching brand Kopi Komandan yang hak atas kekayaan intelektual merk ini merupakan milik Kementerian Pertanian-Ditjen Perkebunan,” cetusnya.

Lebih lanjut Andi Nur Alam menjelaskan, Kopi komandan didesain menjadi sarana promosi produk kopi dengan berbagai varian special yang memiliki kekhasan daerah. Kopi komandan ini menjadi merk yang digunakan dalam mempromosikan kopi – kopi terbaik daerah di seluruh Indonesia.

“Langkah awal pengembangan kopi komandan akan diawali di Provinsi Sulawesi Selatan dengan menghadirkan kopi komandan di cafe dan toko,” tandasnya.

Shares

BACA JUGA

Genjot ekspor, Kementan – Kemenperin tingkatkan kualitas produk pangan bersaing di pasar global

Ade Darmansyah