DAERAH WISATA & HIBURAN

Mari ajak keluarga liburan ke tempaf wisata pantai Takari di desa Rebo lintas timur Bangka.

Poros Indonesia. Bangka –  Begitu antusias masyarakat dari berbagai penjuru datang ke tempat wisata pantai Takari  yang terletak diLjntas timur desa Rebo kecamatan Sungai liat kabupaten Bangka, untuk melihat susana alam wisata pantai dan angin sepoi sepoi di wisata pantai Takari yang dipenuhi pemandangan pasir yang begitu bersih dan begitu indah.

Ibu Lisa, selaku ketua panitia pantai takari desa Rebo mengatakan, kami panitia wisata Pantai Takari ini, yang saat ini mengeluhkan masalah jalan untuk keluar masuk ke wisata Pantai Takari, kita mengetahui bahwa saat ini Pantai Takari sudah dikenal dan sudah banyak dikunjungi masyarakat sebagai sarana tempat wisata keluarga, namun karena terkendala akses jalan keluar masuk lokasi membuat para pengunjung enggan datang, sebab akses jalan nya susah untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Yang mana pada saat ini kondisi jalan sangat becek dan bergelombang, ucap nya.

Kami selaku panitia telah melakikan berbagai upaya, termasuk melakukan gotong royong, untuk memnembok jalan tersebut agar bisa dilalui kendaraan, namun karena ketidak mampuan finansial, maka akses jalan tersebut hanya mengurangi sedikit saja, jelasnya.

BACA JUGA :   Pelayanan prima RSUD M. ASHARI Pemalang terhadap pasien nya.

Kami dari panitia Pantai Takari juga sudah melakikan pengajuan proposal ke Pemkab Bangka, namun masih belum mendapatkan tanggapan yang baik, jelas nya.

Kami berharap kepada Pemkab Bangka untuk melakukan peebaikan jalan dan pengaspalan jalan ke Pantai Takari, agar Pantai Takari dapat menjadi idola lokasi wisata keluarga, yang mana hal ini tentu akan meningkatkan pendapatan buat kami masyarakat yang ada disekitar lokasi Pantai Takari ini, tambah nya.

Saat ini untuk mendanai pemeliharaan Pantai Takari, kami hanya mengandalkan uang kutipan parkir dari kendaraan roda dua dan roda empat, yang mana itu sangat kurang untuk memberikan upah para pekerja yang melakukan pemeliharaan akses jalan dan juga pemeliharaan kebersihan lokasi Pantai Takari saat ini, ungkap nya. Dari kendaraan roda dua kami menerima karcis sebesar Rp. 5.000,-  dan dari kendaraan roda empat Rp.10.000,-  saja, dan untuk sewa pondok hanya sebesar Rp.50.000,-  ungkap nya. Dari penerimaan pemasukan inilah kami panitia di Pantai Takari melakukan pemeliharaan akses jalan dan upah para pekerja, jelas nya.

BACA JUGA :   Dulur Satia Gebyar vaksinasi covid 19 usia 6 s/d 11 tahun dan dewasa di GOR desa Pamentasan Kutawaringin

Fasilitas yang ada saat ini di Pantai Takari masih minim, masih banyak kekurangan, butuh perhatian lebih dari pemerintah daerah, atau mungkin dari pemerintah provinsi dan pusat. Namun untuk kenyamanan para orang tua, kami sudah menyediakan sarana untuk anak anak, yang bisa membuat para orang tua nyaman, dan tidak perlu kawatir bahwa anak anak mereka tidak mendapatkan sarana bermain dilokasi wisata Pantai Takari, imbuh nya.

Dan juga untuk mainan anak anak seperti ayunan ayunan kami di pantai takari kami ada jadi untuk anak anak bisa bermain di arena permaina jadi orang tua tidak begitu was was lagi anak anak mereka yang bermain liburan pantai takari

Ibu Lisa selaku ketua panitia Pantai Takari berharap untuk kedepan, kami dari panitia sangat berharap akan perhatian dari pemerintah, dalam perbaikan akses jalan dan sarana prasarana lain nya, harap nya.   (Imron)

Shares

BACA JUGA

Kades Mandalasari persekusi 3 wartawan, Ketum FWJ Indonesia: Akan kita laporkan

Ade Darmansyah