DAERAH

MUKI kabupaten Sambas, fasilitasi pondok kreatif kerajinan tangan Sambas.

Poros Indonesia, Sambas – Majelis Umat Kristen Indonesia Kabupaten Sambas, hari Kamis, tanggal 19 Mei 2022 bergerak cepat bersinergis bersama Yayasan Lentera Caritas Sambas, Bamagnas dan Penyelenggara Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kab.Sambas dalam rangka upaya menterjemahkan secara konkrit Instruksi Presiden Joko Widodo dalam rangka mendorong dan memperkuat UMKM sebagai fondasi Ekonomi mikro yang menopang ekonomi nasional secara signifikan.

Untuk keperluan tersebut, diadakanlah fasilitasi pelatihan kerajinan tangan persisnya di Gereja Kristen Evangelis Jemaat ‘Filipi ‘ di dusun Asuansang, desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar.

MUKI kabupaten Sambas mendukung dan saling bahu-membahu bersama Yayasan Lentera Caritas dan Bamagnas Sambas memfasilitas munculnya komunitas kerajinan tangan dalam lingkungan gereja, demikian petikan kata sambutan bapak Wenghust Tadete yang mewakili Ketua DPD MUKI Sambas.

Bahkan MUKI Kabupaten Sambas akan mengawal dan terus menerus memfasilitasi hingga ke bidang pemasaran, ujarnya, Mendengar hal ini Jemaat tampak sangat antusias untuk belajar kerajinan tangan.

MUKI Kab,Sambas dan Yayasan Lentera Caritas dilaporkan memang sudah menemukan Pelatih yang berpengalaman dan siap menshare secara gratis coaching tutorial nya. Memodifikasi bahan tradisional setengah jadi dengan simpul bahan ikat modern, sehingga ada improvisasi bentuk dan gaya tradisional dan modern secara simultan menciptakan seni kreatif yang menyesuaikan zaman, tanpa kehilangan ciri identitas kearifan lokal, tandas pelatih, Elvira Efrasia Saprina dalam kesempatannya memberikan pengarahan sebelum praktek konkrit.

BACA JUGA :   Terima 5.000 sertifikat tanah program PTSL-RT, Bupati Wajo berterima kasih ke Menteri ATR/BPN

Semua bahan lokal seperti piring rotan, tikar dari tali hutan dapat di modifikasi, tegasnya. Kegiatan dimulai pukul 10:30 hingga pukul 15:30 WIB.
Dengan munculnya Komunitas baru pondok kreatif kerajinan tangan, maka akan mendorong dan menumbuhkan pendapatan umat gereja itu sendiri, oleh karena itu berarti juga menumbuhkan UMKM di daerah, apalagi jemaat GKE dusun Asuansang, desa Sungai bening sangat dekat dengan wisata Temajok, sehingga potensi pemasaran sangat besar, demikian masukan dari Penyelemggara Bimas Kristen Sambas.

Peran Bamagnas dalam sinergitas ini adalah produksi jamu tradisional, jamu sehat. Sehingga disela-sela kesempatan kegiatan tutorial kerajinan tangan, Pdt. Deriyu S.Th selaku Ketua Bamagnas dan Pdt. Jobel Simatupang sebagai peracik bahan jamu mengkampanyekan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi jamu, sekaligus mengajak kepada warga gereja untuk menanam tanaman apotik hidup, seperti jahe, kunyit, temulawak untuk bisa di jual kepada Bamagnas pada bidang pengelola ekonomi kreatif.

Di sela –sela pentupan acara sinergitas ini rupanya memunculkan semangat dan ide baru untuk jangka panjang, yaitu visi membuat lokus pemasaran secara khusus bagi umat Kristen di Sambas.
( Biro Sambas )

Shares

BACA JUGA

Pemkab Wajo luncurkan tiga program dihari peduli sampah tahun 2022

Ade Darmansyah