DAERAH

Tabrakan kapal tongkang pengankut hasil tambang Bauksit, akibat kabut tebal.

Poros Indonesia, Kalbar – Akibat kabut teal yang menghalangi jarak pandang, membuat awak kapal tongkang penarik hasil tambang bauksit tabrakan, kejadian terjadi pada hari Senin tgl 20 Juni jam 06.00 Wib.

Berdasarkan informasi kapal penarik tongkang bauksit, Kapuas bahari 25 milik pak Acoi, bahwa sebelum kejadian sudah diperingati lewat radio oleh kapal lain yang sudah berlabuh, agar sebaiknya berlabuh terlebih dahulu dikarnakan kabut semakin tebal.

Namun kapal penarik bauksit milik pak Acoi, Kapuas bahari 25 tetap memaksakan untuk tetap jalan, sembari Kapten nya mengatakan “coba-coba lah”. Sehinga pada akhirnya karna jarak pandang terhalang kabut maka kapten kapal memutuskan untuk berlabuh. Ketika melihat dermaga Suka lanting sudah sangat dekat, kapten kapal pak Acoi berusaha membanting tongkang ke kanan, namun dikarnakan jaraknya sudah sangat dekat kapal dengan kecepatan yang agak tinggi, kapten kapal berusaha menahan dan membanting ke kanan. sehinga tali toing penarik tongkang putus sehingga tabrakan pun tak bisa terelakkan lagi,

BACA JUGA :   Danramil 41306/ Sungailiat perintahkan jajaran nya pantau warga terkonfirmasi covid-19.

Tongkang bauksit Aulia kurnia milik nya pak Acoi terlebih dahulu menghantam kapal motor GLOBAL MANDIRI 1 milik nya pak Pendi, dan kemudian menghantam dermaga Suka lanting yang mengakibatkan kapal motor Global mandiri 1 hancur dan bagian atas kapalnya naik ke dermaga Suka lanting.

Dalam kejadian ini dari pihak kapal motor Global mandiri 1 mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa. Berdasarkan perhitungan sementara akibat kecelakaan ini, kerugian mencapai Rp. 4 miliyar, selanjutnya urusan ini akan di selesaikan secara baik, oleh kedua belah pihak.
( DM/YWK )

Shares

BACA JUGA

Ada apa ya???,RSUD Lamaddukelleng sandera pasien bayi, ini penjelasan Direktur dan Kadis Sosial P2KBP3A kabupaten Wajo

Ade Darmansyah